Meniti Jejak Sejarah Tanah Jawa

Kisah panjang peradaban di Tanah Jawa telah berlangsung selama berabad-abad. Tidak ada yang dapat memastikan darimana awal sejarah di Tanah Jawa bermula. Namun seiring perkembangan dunia sosial dan humaniora yang semakin maju, sejarah Jawa bisa dilihat dari dua aspek berbeda, yaitu secara geologis dan mitologis. Keduanya mempunyai perbedaan sudut pandang, sehingga tidak dapat dipertentangkan satu sama lain. Berikut ulasan lebih lanjut seputar sejarah tanah Jawa.

Sejarah Tanah Jawa dalam Sudut Pandang Geologi dan Mitologi

  • Sejarah dalam Sudut Pandang Geologi

Sejarah terbentuknya tanah Jawa dalam perspektif geologi bisa dilihat dari salah satu teorinya yang mengemukakan bahwa proses pembentukan daratan secara alami di Asia adalah diakibatkan pergerakan anak benua. Konon yang dinamakan anak benua ini adalah daratan India, yang pada zaman dahulu bergerak ke utara hingga mengakibatkan terjadinya tabrakan dengan lempeng bumi membentuk pegunungan Himalaya.

Sekitar 30 juta tahun silam, daratan India bagian selatan mengalami penurunan akibat direndam permukaan laut. Akibatnya muncullah gugusan pulau yang membentuk rantai alami gunung berapi. Salah satu gugusan pulau tersebut saat ini dikenal sebagai wilayah Asia Tenggara, yang salah satu potongannya disebut Jawata. Sejarah tanah Jawa secara geologis dimulai dari keberadaan Pulau Jawata ini.

  • Sejarah dalam Sudut Pandang Mitologi 

Berbeda dengan sudut pandang geologi yang menitikberatkan pada fenomena alami dan pergerakan lempeng bumi, perspektif mitologi justru lebih bervariasi karena serta kaitannya dengan kebudayaan dan kepercayaan. Ada beberapa pendapat tentang asal-usul tanah Jawa yang dipercayai oleh masyarakat, di antaranya sebagai berikut.

  • Penyatuan Pulau oleh Dewa

Sejarah tanah Jawa secara mitologi yang paling terkenal adalah kisah tentang disatukannya beberapa pulau-pulau membentuk satu pulau utama. Dewa Agung bernama Brahmana konon mempunyai kesaktian untuk menarik pulau-pulau di sekitar Jawa agar mendekat, sehingga berdirilah Pulau Jawa yang luasnya memanjang dari barat hingga ke timur.

  • Pendudukan Pulau oleh Makhluk Gaib

Pada zaman dahulu, Pulau Jawa masih kosong tanpa ada seorang manusia pun yang menghuninya. Ketika itu para makhluk gaib lah yang menjaga dan menempati hingga ribuan tahun kemudian. Di antara para makhluk tersebut dipimpin oleh Sang Hyang Dewa yang menjuluki Jawa sebagai bumi pangurip. Dewa ini kemudian dipercayai moksa di Gunung Tidar, usai menyatukan pulau dan para makhluk gaib yang menempatinya dalam satu tampuk kekuasaan yang adil.

  • Tiga Peradaban Utama

Sejarah tanah Jawa selanjutnya telah berdiri peradaban manusia yang gemilang. Dimulai dari pemerintahan Kerajaan Hindu di Jawa, dilanjutkan dengan Moksa Jawi, kemudian Kerajaan Islam. Setiap peradaban yang dibawa oleh masing-masing kerajaan mempunyai ciri khas kebudayaan berbeda-beda. Inilah yang menjadi karakteristik dan keunikan budaya Jawa, karena berasal dari akulturasi beberapa budaya sekaligus.

  • Pemerintahan Para Penguasa

Dalam masyarakat Jawa dikenal istilah Saktineng Paku Jawa yang memiliki arti orang-orang dengan kesaktian tertentu akan menjadi penguasa baru di Pulau Jawa. Era ini telah dimulai sejak masa pemerintahan Kerajaan Hindu/Budha di Jawa yang keturunannya mewariskan gelar kehormatan sebagai simbol penguasa Tanah Jawa.

Tanah Jawa kaya akan beragam kisah klasik yang tidak akan hilang selama masih ada yang melestarikan. Sejarah tanah Jawa dalam sudut pandang mitologi pun sudah dikenal dari generasi ke generasi. Beberapa kisah hanya dipercaya sebatas dongeng pengantar tidur, sedangkan bagi sebagian masyarakat lain menganggapnya sebagai kebudayaan dan kearifan lokal yang dipercaya benar-benar terjadi di masa lampau.

About the author: admin

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *